DESKRIPSI DAN MORFOLOGI IKAN LELE

Oleh Maulidatir Risqiyah (17-1009)

Deskripsi ikan lele

Ikan Lele adalah salah satu jenis ikan air tawar yang termasuk ke dalam ordo Siluriformes dan digolongkan ke dalam ikan bertulang sejati. Lele dicirikan dengan tubuhnya yang licin dan pipih memanjang, serta adanya sungut yang menyembul dari daerah sekitar mulutnya. Nama ilmiah Lele adalah Clarias spp. yang berasal dari bahasa Yunani “chlaros”, berarti “kuat dan lincah”. Dalam bahasa Inggris lele disebut dengan beberapa nama, seperti catfish, mudfish dan walking catfish. Habitat ikan lele adalah sungai dengan arus air yang tenang seperti danau, telaga, rawa, dan waduk. Ikan lele memiliki sifat nocturnal, yaitu aktif dan bergerak mencari makanan pada malam hari sedangkan pada siang hari hanya berdiam diri dan berlindung ditempat yang gelap.

Klasifikasi ikan lele

Berikut ini klasifikasi dari ikan lele:

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Actinopterygii

Ordo: Siluriformes

Famili: Clariidae

Genus: Clarias

 Morfologi ikan lele

Secara umum morfologi ikan lele dapat dibagi menjadi dua, yaitu morfologi eksternal dan morfologi internal. Morfologi eksternal yaitu merupakan ciri-ciri yang bisa diamati secara kasat mata/visual. Sedangkan morfologi internal yaitu morfologi yang ada di dalam organ ikan lele yang terdiri dari insang, bentuk lambung, bentuk usus, testes dan ovarium.

Yang termasuk ciri eksternal lele antara lain:

  1. Tubuhnya yang tidak memiliki sisik, berbentuk memanjang serta licin.
  2. Ikan Lele mempunyai sirip punggung (dorsal fin) serta sirip anus (anal fin) berukuran panjang, yang hampir menyatu dengan ekor atau sirip ekor.
  3. Ikan lele memiliki kepala dengan bagian seperti tulang mengeras di bagian atasnya.
  4. Mata ikan lele berukuran kecil dengan mulut di ujung moncong berukuran cukup lebar. Dari daerah sekitar mulut menyembul empat pasang barbel (sungut peraba) yang berfungsi sebagai sensor untuk mengenali lingkungan dan mangsa.
  5. Pada kedua sirip dada lele terdapat sepasang duri (patil), berupa tulang berbentuk duri yang tajam.
  6. Pada beberapa spesies ikan lele, duri-duri patil ini mengandung racun ringan.
  7. Hampir semua species lele hidup di perairan tawar.
internal lele
gambar 2. Anatomi Ikan Lele

Yang termasuk ciri-ciri morfologi internal ikan lele yaitu :

  1. Pada ikan lele, terdapat alat pernapasan tambahan arboresenceyang digunakan ketika lingkungan perairannya mengandung sedikit oksigen. Arboresence terletak di bagian kepala di dalam rongga yang dibentuk oleh 2 pelat tulang kepala. Alat pernapasan tambahan ini memiliki warna kemerahan dan berbentuk seperti tajuk pohon rimbun yang penuh kapiler-kapiler darah.
  2. Terdapat empat lapisan pada lambung lele, yaitu lapisan mukosa, submukosa, otot dan sereus. Bagian belakang lambung ikan lele membentuk zig-zag layaknya jaringan lebah.
  3. Testis adalah organ dalam dari alat kelamin ikan lele jantan. Testis akan melewati tahap-tahap perkembangan saat siap untuk memijah. Tahap-tahap ini dimuali dari spermatogonia menjadi spermatosit primer lalu menjadi spermatosit sekunder menjadi spermatid dan terakhir menjadi spermatozoa.
  4. Ovarium adalah organ dalam alat kelamin lele betina yang ebrupa kantong telur. Ovarium yang telah matang akan melewati beberapa tahapan yaitu, dari oogonia menjadi previtellogenik lalu menjadi vitellogeni, kemudian menjadi postvitellogenik (di tahap ini ovarium telah matang) dan tahap berikutnya adalah atresia (di tahap ini ovarium tidak produktif lagi).

Sekian pengetahuan sekilas tentang deskripsi ikan lele yang dapat pembaca ketahui, semoga bermanfaat, wassalam. 🙂

Tinggalkan komentar